Apa itu Entrepreneur?? Aku akan mencoba berbagi pengertian ala “Aku” disini. Semoga bisa menjadi bahan pertimbangan dan renungan bersama.
Banyak yang mengatakan begitu asyik dan enaknya menjadi entrepreneur di jaman sekarang ini, menurutku tidak semuanya. Apalagi ada idiom yang mengatakan bahwa menjadi entrepreneur adalah dengan bekerja sendiri dan berusaha sendiri. Nanti siapa yang ngurusi pemerintahan kalau semua orang menjadi Entrepreneur?? Berabe deh…
Entrepreneur pada dasarnya adalah sikap, sifat dan cara pandang dalam mengarungi perjalanan hidup kita sebagai manusia fana di dunia ini. Dimana unsur kemandirian menjadi sikap yang mengejawantah dalam perilaku. Tanpa takut atau tanpa harus merasa tidak bisa yang sering mempengaruhi isi kepala hingga menjalar ke dalam hati. Mandiri bersikap, tidak mengandalkan segala sesuatu dari sekelilingnya yang terkadang bisa memunculkan ketergantungan akut terhadap lingkungan atau situasi. Dengan sikap kemandirian, situasi-situasi yang buruk atau bahkan terasa berat untuk diatasi bisa dengan mudah untuk dilewati.
Dengan sifat entrepreneur, kita bisa selalu berperilaku positif. Terutama tidak mengedepankan pikiran negatif. Sifat ini terbentuk dari sikap kemandirian yang selalu di pupuk dari hari ke hari. Sifat yang mengutamakan pengelolaan pikir dan laku lebih bersih, tidak asal pukul demi mendapatkan untung yang lebih banyak. Atau sekedar memikirkan diri sendiri. [Seharusnya] Orang yang mempunyai sifat entrepreneur yang sudah bagus, bisa lebih mudah untuk tersentuh hatinya. Entah itu untuk gerak sosial, lingkungan sekitar atau pun saudara sendiri. Karena sifat entrepreneur banyak sekali berhubungan dengan cara kita memikirkan Tuhan kita. Yaitu tidak dengan berpikir negatif terhadap Tuhan.
Entrepreneur juga merupakan bentuk dari cara pandang, karena cara pandang adalah hasil dari perkalian[penambahan] sifat dan sikap entrepreneur. Bagaimana kita harus bisa untuk tetap steady dengan sikap dan sifat entrepreneur yang memang sudah didalami terus menerus. Selalu bisa memandang secara lebih luas akan sebuah kesempitan akan keadaan, situasi ataupun tekanan yang ada. Hendaknya pula dengan cara pandang entrepreneur kita bisa mengubah semua halangan menjadi sebuah kesempatan yang aktual dan memberikan banyak keuntungan, baik personal maupun lingkungan sekitar.
Jadi, sangat disesalkan bila banyak orang menganggap bahwa entrepreneur adalah berusaha sendiri dan bekerja sendiri. Karena seperti yang pernah saya tulis disini, tidak semua orang bisa untuk berusaha sendiri, tidak semua orang pula diberikan kesempatan untuk menjadi semua itu. Meskipun anda bekerja di tempat orang lain atau bekerja di pemerintahan sekalipun bila memang bisa menerapkan semua hal tentang Entrepreneurship, maka tempat yang ada itu pun akan menjadi sebuah tempat yang indah serta mempunyai aura positif yang besar. Dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya akan sangat minim masalah.
Salah satu entrepreneur yang baru saja aku kenal adalah Lutvi Avandi dengan CafeBisnis.com yang sedang berkembang sungguh sebuah cara penemuan yang sangat spektakuler menurutku.
hmmm gitu ya?
Tapi punya sifat-sifat yang di atas tapi ngga bisa kelola duit juga sulit deh kayaknya untuk jadi enterprenuer. Cocoknya jadi LSM kali ya
EM
[Reply]
Jadi lebih ke arah sikap ya?
Setuju untuk kemandiriannya tapi setuju juga kata mbak EM, mesti bisa mengelola uang hehe
[Reply]
Jadi Enterpreneur bisa berarti kemandirian dalam berikhtiar memenuhi nafkah dan tanggungjawab….. menurutku
Nice note Kika
[Reply]
semoga saia dapat belajar dari teman anda, terima kasih uda sharing
[Reply]
Jadi Enterpreneur bisa berarti kemandirian dalam berikhtiar di bumi NYA, melalui sikap,dan kerja keras kita….begitu?
Nice note Kika
[Reply]
saya melakukan yang namanya social enterpreneurship…
[Reply]
walah nembe mudeng sak iki wakakakakakakaka
[Reply]
saya juga baru tau neh, ternyata pengertian Entrepreneur selebar ini
[Reply]
Entrepreneur,
sisi yang sekarang banyak dilirik orang untuk dimiliki,
dan inilah penjelasannya yang “mudah” untuk dimengerti (setelah banyaknya opsi tentang entrepreneur di luar sana)
hmm .. ilmu baru lagi nih,
thanks yanda .. ^^
[Reply]
oke. aku belajar. (seneng juga ada penjelasan gamblang tanpa bikin pikiran gamang).Makasih!
[Reply]
entrepreuneur, biasanya dipadankan dengan kata wiraswasta atau wirausaha. rasanya saya pernah membaca asal-usul kata itu,namun sayang saat ini saya blank mengingatnya. bagi saya cukup mengherankan, wiraswasta sebagai campuran padanannya kata swasta juga diambil dari kosa kata inggris. kini kemudian padanan itu pun berkembang dengan istilah wirausaha. pertanyaan apakah makna wirausaha dengan wiraswasta itu sama ataukah berbeda ? swasta kadang diartikan suatu kelembagaan yang bersifat formal yang berbadan hukum seperti PT atau Yayasan dan lain-lain. namun makna wirausaha lebih fleksibel menyangkut juga sektor informal. pada jaman saya kecil sering kata wirswasta diartikan juga sebagai usaha informal seperti kelontongan, kakilima dan sejenisnya.
kini rasanya jarang lagi orang menggunakan kata wiraswasta dan rasanya berganti menjadi wirausaha.
menarik bagi saya, karena kata “wira” mungkin yang pernah saya dengar artinya “berani”. dengan demikian, wirausaha bisa diartikan berani untuk melakukan usaha. kata usaha, tentu saja dalam hal ini artinya adalah usaha dalam ekonomi, dimana si pelakunya bukan menjadi bawahan atau dibawah petunjuk orang di atasnya. dari sisi inilah entrepreneur bermakna sebagai usaha mandiri, bukan kegiatan yang tergantung pada lainnya. kemandirian ini mungkin tidak berarti bahwa dia sendirian melakukan usaha, tetapi dengan keberaniannya itu, dia menanggung resiko sendiri dalam arti untung rugi ditanggung sendiri. sebab tidaklah mungkin suatu usaha ekonomi dilakukan sendirian, tyapi justru dalam kehidupan ekonomi selalu bersifat saling menguntungkan sehingga terjadi transaksi.
saya kira nilai terpenting dari entrepreneur dengan demikian, adalah keberanian karena melakukan usaha sendiri. dimana masih sangat jarang orang di negeri ini untuk berani melakukannya. pendidikan sebagai misal tidak memberikan jaminan pada seseorang untuk memiliki dorongan untuk wirausaha. bahkan tidak sedikit orang-orang kecil yang tidak terdidik memiliki keberanian yang lebih besar untuk melakukannya, bahkan kita mengenalnya dengan istilah usaha sektor informal. banyak dari mereka yang berhasil menjadi orang yang berkecukupan dan kaya melebih kaum terdidik. Bahkan sangat ironis, kaum terdidik yang seharusnya mampu menciptakan pekerjaan malah tergantung pada ketersediaan lapangan kerja. fenomena nya sangat jelas, bahwa di negeri kita banyak pengangguran terdidik yang rasanya telah menjadi masalah nasional kita.
usaha-usaha untuk menstimulus tumbuhnya kaum wirausaha yang saya sering dengar adalah program-program dan gagasan yang diciptakan oleh Ir. Ciputra, bahwa kaum terdidik harus bisa bangkit menjadi wirusahawan. seperti misalnya, meskipun masih dalam tataran normatif, mengusulkan agar di kampus-kampus diajarkan materi kewirausahaan.
mungkin agak panjang, sehingga bisa menjemukan, saya ingin sekedar berceloteh saja … wiro sableng, sa ..sablengnya tetap dikagumi sebagai seorang pemberani membela kebenaran … bisakah cerita ini menjadi kisah untuk memotivasi kewirausahaan ?
[Reply]
Kika Syafii Reply:
December 3rd, 2009 at 3:47 pm
Iya, Wiro Sableng. Sangat inspiratif.
[Reply]