<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Good Entrepreneur</title>
	<atom:link href="http://kika.web.id/2009/11/23/good-entrepreneur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kika.web.id/2009/11/23/good-entrepreneur/</link>
	<description>Menjadi manusia yang bisa merasa, bukan merasa bisa.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 08:07:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Kika Syafii</title>
		<link>http://kika.web.id/2009/11/23/good-entrepreneur/comment-page-1/#comment-254</link>
		<dc:creator>Kika Syafii</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 15:47:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kika.web.id/?p=119#comment-254</guid>
		<description>Iya, Wiro Sableng. Sangat inspiratif.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iya, Wiro Sableng. Sangat inspiratif.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iwan gunawan</title>
		<link>http://kika.web.id/2009/11/23/good-entrepreneur/comment-page-1/#comment-219</link>
		<dc:creator>iwan gunawan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 04:08:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kika.web.id/?p=119#comment-219</guid>
		<description>entrepreuneur, biasanya dipadankan dengan kata wiraswasta atau wirausaha. rasanya saya pernah membaca asal-usul kata itu,namun sayang saat ini saya blank mengingatnya. bagi saya cukup mengherankan, wiraswasta sebagai campuran padanannya kata swasta juga diambil dari kosa kata inggris. kini kemudian padanan itu pun berkembang dengan istilah wirausaha. pertanyaan apakah makna wirausaha dengan wiraswasta itu sama ataukah berbeda ? swasta kadang diartikan suatu kelembagaan yang bersifat formal yang berbadan hukum seperti PT atau Yayasan dan lain-lain. namun makna wirausaha lebih fleksibel menyangkut juga sektor informal. pada jaman saya kecil sering kata wirswasta diartikan juga sebagai usaha informal seperti kelontongan, kakilima dan sejenisnya.
kini rasanya jarang lagi orang menggunakan kata wiraswasta dan rasanya berganti menjadi wirausaha. 
menarik bagi saya, karena kata &quot;wira&quot; mungkin yang pernah saya dengar artinya &quot;berani&quot;. dengan demikian, wirausaha bisa diartikan berani untuk melakukan usaha. kata usaha, tentu saja dalam hal ini artinya adalah usaha dalam ekonomi, dimana si pelakunya bukan menjadi bawahan atau dibawah petunjuk orang di atasnya. dari sisi inilah entrepreneur bermakna sebagai usaha mandiri, bukan kegiatan yang tergantung pada lainnya. kemandirian ini mungkin tidak berarti bahwa dia sendirian melakukan usaha, tetapi dengan keberaniannya itu, dia menanggung resiko sendiri dalam arti untung rugi ditanggung sendiri. sebab tidaklah mungkin suatu usaha ekonomi dilakukan sendirian, tyapi justru dalam kehidupan ekonomi selalu bersifat saling menguntungkan sehingga terjadi transaksi. 
saya kira nilai terpenting dari entrepreneur dengan demikian, adalah keberanian karena melakukan usaha sendiri. dimana masih sangat jarang orang di negeri ini untuk berani melakukannya. pendidikan sebagai misal tidak memberikan jaminan pada seseorang untuk memiliki dorongan untuk wirausaha. bahkan tidak sedikit orang-orang kecil yang tidak terdidik memiliki keberanian yang lebih besar untuk melakukannya, bahkan kita mengenalnya dengan istilah usaha sektor informal. banyak dari mereka yang berhasil menjadi orang yang berkecukupan dan kaya melebih kaum terdidik. Bahkan sangat ironis, kaum terdidik yang seharusnya mampu menciptakan pekerjaan malah tergantung pada ketersediaan lapangan kerja. fenomena nya sangat jelas, bahwa di negeri kita banyak pengangguran terdidik yang rasanya telah menjadi masalah nasional kita. 
usaha-usaha untuk menstimulus tumbuhnya kaum wirausaha yang saya sering dengar adalah program-program dan gagasan yang diciptakan oleh Ir. Ciputra, bahwa kaum terdidik harus bisa bangkit menjadi wirusahawan. seperti misalnya, meskipun masih dalam tataran normatif, mengusulkan agar di kampus-kampus diajarkan materi kewirausahaan. 
mungkin agak panjang, sehingga bisa menjemukan, saya ingin sekedar berceloteh saja ... wiro sableng, sa ..sablengnya tetap dikagumi sebagai seorang pemberani membela kebenaran ... bisakah cerita ini menjadi kisah untuk memotivasi kewirausahaan ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>entrepreuneur, biasanya dipadankan dengan kata wiraswasta atau wirausaha. rasanya saya pernah membaca asal-usul kata itu,namun sayang saat ini saya blank mengingatnya. bagi saya cukup mengherankan, wiraswasta sebagai campuran padanannya kata swasta juga diambil dari kosa kata inggris. kini kemudian padanan itu pun berkembang dengan istilah wirausaha. pertanyaan apakah makna wirausaha dengan wiraswasta itu sama ataukah berbeda ? swasta kadang diartikan suatu kelembagaan yang bersifat formal yang berbadan hukum seperti PT atau Yayasan dan lain-lain. namun makna wirausaha lebih fleksibel menyangkut juga sektor informal. pada jaman saya kecil sering kata wirswasta diartikan juga sebagai usaha informal seperti kelontongan, kakilima dan sejenisnya.<br />
kini rasanya jarang lagi orang menggunakan kata wiraswasta dan rasanya berganti menjadi wirausaha.<br />
menarik bagi saya, karena kata &#8220;wira&#8221; mungkin yang pernah saya dengar artinya &#8220;berani&#8221;. dengan demikian, wirausaha bisa diartikan berani untuk melakukan usaha. kata usaha, tentu saja dalam hal ini artinya adalah usaha dalam ekonomi, dimana si pelakunya bukan menjadi bawahan atau dibawah petunjuk orang di atasnya. dari sisi inilah entrepreneur bermakna sebagai usaha mandiri, bukan kegiatan yang tergantung pada lainnya. kemandirian ini mungkin tidak berarti bahwa dia sendirian melakukan usaha, tetapi dengan keberaniannya itu, dia menanggung resiko sendiri dalam arti untung rugi ditanggung sendiri. sebab tidaklah mungkin suatu usaha ekonomi dilakukan sendirian, tyapi justru dalam kehidupan ekonomi selalu bersifat saling menguntungkan sehingga terjadi transaksi.<br />
saya kira nilai terpenting dari entrepreneur dengan demikian, adalah keberanian karena melakukan usaha sendiri. dimana masih sangat jarang orang di negeri ini untuk berani melakukannya. pendidikan sebagai misal tidak memberikan jaminan pada seseorang untuk memiliki dorongan untuk wirausaha. bahkan tidak sedikit orang-orang kecil yang tidak terdidik memiliki keberanian yang lebih besar untuk melakukannya, bahkan kita mengenalnya dengan istilah usaha sektor informal. banyak dari mereka yang berhasil menjadi orang yang berkecukupan dan kaya melebih kaum terdidik. Bahkan sangat ironis, kaum terdidik yang seharusnya mampu menciptakan pekerjaan malah tergantung pada ketersediaan lapangan kerja. fenomena nya sangat jelas, bahwa di negeri kita banyak pengangguran terdidik yang rasanya telah menjadi masalah nasional kita.<br />
usaha-usaha untuk menstimulus tumbuhnya kaum wirausaha yang saya sering dengar adalah program-program dan gagasan yang diciptakan oleh Ir. Ciputra, bahwa kaum terdidik harus bisa bangkit menjadi wirusahawan. seperti misalnya, meskipun masih dalam tataran normatif, mengusulkan agar di kampus-kampus diajarkan materi kewirausahaan.<br />
mungkin agak panjang, sehingga bisa menjemukan, saya ingin sekedar berceloteh saja &#8230; wiro sableng, sa ..sablengnya tetap dikagumi sebagai seorang pemberani membela kebenaran &#8230; bisakah cerita ini menjadi kisah untuk memotivasi kewirausahaan ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
