
In Memoriam
Tadi pagi sekitar pukul 03.00 WIB, aku dan sahabatku makan bersama di sebuah warteg yang biasa menjadi langgananku untuk makan siang karena kebetulan dekat dengan kantor. Kami mendiskusikan untuk pembuatan lagu atau tepatnya Himne MLM dari PT. Ilham Malindo, yang dimana pembuatan software hingga websitenya memang kantorku yang mengerjakannya. Kebetulan Direktur dari Ilham Malindo memintaku untuk sekaligus membuatkan musik khusus untuk produk MLMnya, karena memang di kantorku juga ada bidang yang menangani musik sampai dengan pembuatan klipnya. Namun untuk mendapatkan lagu yang sesuai dan pas dengan tema serta suasana, tentu akan membutuhkan kemampuan khusus yang lebih spesifik. Sedangkan kami berdua belum terbiasa menciptakan lagu dengan tema yang dibatasi, karena memang terbiasa dengan bentuk karya bebas.
Tentu dengan melihat keadaan tersebut, kami terus berdiskusi mencari solusi terbaik untuk menggarapnya. Akhirnya muncul dalam benakku sebuah ide dan langsung aku lontarkan kepada temanku.
“Ahh.. Sebenarnya ada satu orang yang sangat berpengalaman kalau urusan seperti ini”, kataku.
“Siapa?”, jawab temanku.
“Bram Moersas, dia sangat ahli untuk urusan beginian..”, kataku bersemangat.
Tiba-tiba wajah temanku berubah pias, tidak langsung menjawab dan semangat berdiskusinya turun.
“Maaf Jo, aku lupa memberitahu kamu”, nada suaranya berubah. Aku pun sangat penasaran, namun aku menunggu lanjutan ucapannya.
“Bram Moersas sudah meninggal”, katanya.
Bagai dibangunkan ketika baru mau tidur, wajahku pucat pasi. Tak sanggup lagi meneruskan diskusi ini. Temanku sangat menyesal dan meminta maaf karena situasi-situasi yang membuatnya lupa memberitahu padaku akan berita ini. Dia sangat tahu bahwa Bram Moersas adalah guruku dalam bermusik. Beliau pula yang mengajarkanku menciptakan sebuah lagu, dari cara memperindah komposisi hingga pendalaman emosi. Musisi yang sangat tegar dan pantang menyerah dengan keadaan. Bertahun-tahun menjelajah Jakarta untuk mengenalkan musiknya kepada semua orang, hingga muncullah lagu berjudul “Jujur” yang sempat booming di belantika musik Indonesia.
Tetap dengan kesederhaan dan setia terhadap keluarga, itulah sosok Bram Moersas yang aku kenal. Sangat menyayangi anak-anak, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Akhirnya diskusi kami berdua terhenti dengan sendirinya, karena aku memilih untuk diam mengenang jasa-jasanya yang sudah mematri didalam tubuhku.
Selamat menempuh hidup baru Om Bram, kita akan berjumpa lagi suatu saat.
Yang ingin mendownload lagunya silahkan disini.
Bila kan ada satu kesalahanku
Tegurlah diriku tak perlu kau ragu
Agar ku dapat tuk menyadari
Segala kekhilafan yang terjadi
Yang t’lah kita lakukan
Dan kita bersatu lagi, kasih
Kasih tegarkan hatimu
Jujurlah padaku
Agar cinta kita kan abadi selamanya
Oh jujurlah…
Kata katakan padaku
Segala gundah dihatimu
Dan genggamlah erat jari tanganku
Dan melangkah pasti
Bersama berdua selamanya
Oh jujurlah…
Syair lagu “Jujur”
Wah aku tidak tahu namanya, tapi waktu mendengar lagunya aku ingat lagu ini. Gaya-gaya chaseiro.Cocok di telingaku.
Turut berduka, dan ingin tahu karyanya yang lain.
EM
Turut berduka, ya. Sosok guru yang hebat.
Semoga beliau tenang di sana.
Semoga muridnya bisa semakin pandai mangasah kreativitas.
turut berduka
Ini lagu beliau mas….waktu itu promosi untuk Radio STAR (SUara Tegal Agung Raya) tahun 1996 …
Kuserahkan…hari – hariku…
Kepadamu…Setiap waktu…
Hilang duka…tiada asa…
Karena ku tlah Jatuh Cinta…
Sejak pertama kumengenalnya…
Radio STAR……..
Semoga diterima di sisi Alloh SWT
sayang betul tidak banyak informasi mengenai beliau, bahkan sejauh yang kuketahui, di studio hanya punya satu lagu saja, ya lagu Jujur ini.
aku nggak ngeh ketika kemarin seorang ibu request lagu itu, beruntunglah punya stok..
selamat jalan,jasad boleh pergi, tetapi ada yang tertinggal, sebuah karya dan nama
magic!
hesra.