Sebenarnya sudah lama ingin posting tentang ini. Dan mungkin lebih afdol kalau setelah selesai program ini dijalankan, namun karena pekerjaan begitu banyak menyita waktu, yang bahkan untuk mempercantik websitenya Alurkria saja terlupakan terus. Seperti yang aku tulis di profilku bahwa 20% keuntungan dari Perusahaanku itu akan dialokasikan untuk kegiatan sosial. Biasanya keuntungan itu akan dialokasikann untuk pembelian buku, persiapan pendirian Taman Baca atau mungkin beberapa aksi yang berhubungan dengan pendidikan, namun karena di Indonesia ini sedang banyak musibah terutama musibah bencana maka akhirnya sebagian dialokasikan untuk ke aksi sosial yang langsung to the point saja, dan tentu tetap dengan tujuan awal misi sosial Alurkria yaitu pendidikan dan anak-anak. Akhirnya terbentuklah Tim Trauma Healing.
Dengan persiapan yang sangat singkat, aku hubungi kawanku Koelit Ketjil seorang dosen di salah satu Universitas Negeri Banten. Tanpa banyak babibu dia langsung mengiyakan, walaupun mesti meninggalkan tugas mulianya sebagai seorang guru. Dan tentu tidak lupa saya hubungi teman satu lagi khusus untuk mengasistensi di lapangan. Kami berangkat dengan senyum dan prihatin yang dalam di hati. Dari mulai kesulitan Tiket yang harganya melonjak 100% hingga saat keberangkatan dimana charging bagage menjadi membengkak. Namun tetap kami berangkat. Dengan semangat seperti waktu kami menjalankannya di Lokasi Bencana Cianjur.
Sekitar pukul 18.30 WIB, begitu sampai di Bandara Minangkabau kami sudah di jemput oleh teman yang bernama Abdi dari sebuah organisasi yang memang mempunyai program penanggulangan bencana. Tak lupa kami melanjutkan perkenalan dengan makan malam bersama di sebuah rumah makan yang lumayan enak dan strategis tempatnya, kalau tidak salah namanya lamun Ombak. Selesai makan dan berkenalan, kami langsung menuju lokasi yang bernama Sungai Gagak karena ternyata kami sudah ditunggu oleh relawan dari Universitas Muhammadiyah Riau. Sungguh hebat koordinasi Abdi. Kami sendiri menyadari dengan sepenuh hati bahwa kami mempunyai tenaga yang sedikit, maka kami berharap terlebih dahulu adalah mengajak dan berbagi ilmu kepada relawan lain khususnya yang berasal dari kampus untuk menerapkan Trauma Healing buat anak-anak. Mulailah kami melakukan semuanya dengan senyum dan gembira [meski ditempat darurat bukan berarti harus bermuka masam kan?]. Begitu besar semangat teman-teman relawan dari UMRi ini, sungguh dahsyat dan senang kami melakukannya. Kami bergembira dan tertawa serta bercanda hingga mereduksi semangat yang sudah lesu karena tekanan suasana dan keadaan yang begitu hancur lebur. Berbagai permainan kami praktekkan dan saling mengingatkan agar esok hari para relawan dari UMRi bisa langsung melakukannya di lokasi terdekat dari kemah mereka.
Selesai sekitar 11.00, kami langsung melajukan kendaraan menuju lokasi kemah dari relawan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Tanpa banyak waktu karena sudah sangat malam, kami langsung berbagi kembali metode Trauma Healing untuk anak-anak ini. Sayang dan sangat disayangkan, para relawan yang terdiri dari Mahasiswa dan rata-rata asli dari Padang justru tidak mempunyai semangat yang tinggi seperti mahasiswa-mahasiswa UMRi. Entah karena sudah terlalu malam atau karena memang mereka menjadi relawan itu karena keterpaksaan. Wallahu a’lam.
Selang satu jam kemudian kami pun meneruskan perjalanan kembali dan menuju Padang. Menuju tempat yang katanya memang disediakan untuk kami sebagai posko yaitu Mimbar Minang dan sekaligus kantor lembaga bantuan Hukum di padang. Aku, Koelit Ketjil dan Wulan belum bisa langsung tidur. Kami masih merasakan exciting dan sedikit mereview kekurangan. Kami bahkan belum merasakan suasana bencana di sekitar Kota Padang hari itu. Meski selama perjalanan kami sempat memotret beberapa tempat atau rumah yang hancur berantakan. Dan kami pun akhirnya tidur untuk kemudian bangun pukul 08.00 WIB. Barulah kami tahu setelah bangun kalau di seberang jalan pas posko kami ada sebuah gedung yang amblas menjadi miring bentuknya. Lebih gila lagi, samping posko adalah sebuah rumah yang atap-atapnya juga sudah hancur. Hah! Bathinku, begitu dahsyatnya bencana ini.
Sempat beberapa saat stuck dan sulit untuk melakukan gerak selanjutnya karena kendala transportasi. Akhirnya aku hubungi temanku Ayu yang asli orang Padang untuk mencarikan rental Mobil. Tanpa menunggu beberapa lama akhirnya kami dapat sendiri mobil untuk operasional Trauma Healing ini. Tanpa menunggu lama-lama, kami langsung menuju lokasi bernama Nanggalo di daerah pinggir kota Padang. Disini ada sebuah sekolahan yang hancur lebur rata dengan tanah yaitu SD Nanggalo 17. Kami mendatangi mereka dan langsung mendapat sambutan meriah dari beberapa anak-anak yang sekolah disana, sayangnya sudah dalam kondisi pulang sekolah. Tanpa dinyana disana kami ketemu teman lama yang bergerak di dunia pendidikan anak juga yang sekarang mengurusi Mobil Pintar. Sempat terjadi obrolan menyenangkan dan saling berbagi informasi tentang daerah mana yang memerlukan Trauma Healing.
Menjelang sore, kami berangkat [setelah kembali ketemu Abdi] menuju Bukit Maninjau Agam. Perjalanan selama 3 jam kami lalui dan melewati pinggiran danau Maninjau yang indah itu, dalam kegelapan malam kami rasakan kerlip indah lampu-lampu yang mengitari danau maninjau. Sampailah kami di Desa Tanjung Sani, dan disambut oleh beberapa orang relawan serta korban bencana dengan beberapa gelas kopi. Sempat terjadi obrolan singkat yang menyenangkan dengan beberapa teman baru ini.
Pagi harinya kami langsung menuju ke SDN 17 Negari Pandan yang masih termasuk Tanjung Sani juga. Dengan semangat, kami bermain bersama anak-anak dibawah tenda yang menjadi ruang belajar mereka sementara ini. Bermain bersama, berteriak dan bergembira. Teriakan “Kita Semua Bergembira” pun akhirnya menggema disitu. Dan inilah sekolah pertama yang kami kunjungi dan bisa melakukan Trauma Healing langsung dengan anak-anak. Selanjutnya SD 13 Tanjung Sani pun kami sambangi. Kemudian di Daerah Toboh Baru Padang-pariaman, Lubuk Basung, Kota Padang dan Kembali ke Padang pariaman. Dan berakhir di Taman Budaya Padang. [Data lengkap akan di posting menyusul].
Selama perjalanan, kami juga sempat berbagi keceriaan dan ilmu dengan mahasiswa Universitas Negeri Padang. Alhamdulillah aku dengar mereka sudah menjalankan Program Trauma Healing di beberapa daerah yang terkena musibah. Sungguh menyenangkan mendengarnya. 8 Hari disana sungguh 8 hari yang mengesankan dan sangat membekas.
Sekalian, aku ingin memberikan sedikit laporan keuangan yang kami dapat untuk uang saku kami selama perjalanan disana dari beberapa rekan.
Berikut ini laporannya :
- Alurkria Multimedia Rp. 4.600.000,-
- Henni Mulyani Rp. 300.000,-
- Dewi Tri Susilowati Rp. 750.000,-
- NN Rp. 1.000.000,-
- Adjie Sukardji 100 Dollar
- Al Shine Rp. 350.000,-
- Indra Nastain Rp. 350.000,-
- Cipoet Hk Rp. 500.000,-
- Paguyuban pemuda Klaten [Zee Noor] Rp. 2.650.000,-
- Kika Syafii Rp. 7.900.000,-
Untuk sumbangan berupa buku dan beberapa makanan anak serta mainan anak-anak di support oleh LSM Cahaya Hati Bogor, Sunker Bali, Feronita Gui dan beberapa Teman dari Koelit Ketjil.
Terima Banyak support dari Ibu Citra [Cahaya Hati Bogor] yang juga telah berhasil mengirimkan dua rekan kami yaitu Eko Prasetyo dan Dadan Sumarna untuk menyusul dan menjalankan Trauma Healing di Padang seperti yang telah dilakukan di Cianjur. Maaf atas semua kekurangan kami ya Bu.Tak lupa juga kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Mas Burhanudin Kompas yang telah mengekspos kegiatan Trauma Healing. Dan juga Mas Metron dari Padang Express. Tak lupa kepada Pak Djohan Kohar dari Pembelajar Sukses Mulia dan juga kepada Pak Irwan The Chapter atas supportnya
Bila ada rekan yang namanya lupa dan tidak tercatat di atas, mohon kabari saya. Terima kasih Banyak, semoga saya mampu melanjutkan cerita Trauma Healing ini esok hari.
Salam.
Foto-foto bisa di lihat di Gallery Foto Sosial.
Untuk lebih lengkap bisa kunjungi Gallery Album di Facebookku.
Komentar Terakhir
Alurkria
Blogroll
- Beranda Jiwa
- Berbagi Puisi
- Carbon Brush
- Cerita Kita
- Dusun Senja
- Frizz
- GerobakKu
- Java Distro
- Kata Kata Al
- Kaum Biasa
- Latifah Hizboel
- Metamorphose
- Neo Renggana
- Pekanbaru Riau
- Pojok Beteng
- Pojok Photo
- Pojok Sastra
- Serumpun Site
- Sibaho Way
- Sitidy
- Sweet Angel
- Taman Baca
- The Room
- Wahyu Andri
- Wong Jepang
- YosBeda



terimakasih atas kerjasama yg solid..
terimakasih utk adik-adik, pemuda, remaja, mahasiswa dan warga Padang, Pariaman, Agam secara keseluruhan..
Kita semuaaa Bergembiraaaa
@Koelit Ketjil, Terima kasih juga Bro.
sambil baca aja aku berinding… gimana kalau ikutan ya?
salut buat semuanya…
EM
@EM – Ayoo ayooo Gabung… Sini ikut..
kebehagian adalh harmoni anatara keinginan dan pencapaiannya. dan orang kebahagiaan paling utama dan terbesar akan dicapai ketika keinginan kita adalah melihat orang lain berbahagia. selamat bagi anda orang2 mulia yang selalu berbahagia.
@Mukhtar – Terima kasih, semoga kita semua selalu berbagi kebahagiaan.
ya… saya juga merinding membaca atikel ini. sungguh mulia. saya doakan semoga Anda dan teman-teman lainnya diberikan keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat
Sungguh mulia langkah mu kawan,semoga semangat kalian selalu tinggi…
lanjutkan langkah mu, kawan. aku akan selalu menanti cerita-cerita terbarumu berikutnya..meski mengiris rasaku.
@Sibaho – Mari berbagi…
Terima kasih Latifah..
Tentu Bro Ivan…
salut dengan perjuangan yang anda lakukan beserta dengan teman-teman anda
bagian dari CSR ya? menarik sekali dan pas pilihan kegiatannya.
ikut nimbrung sekalian rapat
Terus emangat ya, semoga program Taruma Healing tersebut benar2 bermanfaat.
Untuk para donatur, SALUT!
Jempol deh buat Suhu Air ku, my Dark Angel dkk….